Zoom Class

Dengan sangat terpaksa akhirnya Kevin, membatalkan kelas pagi itu demi Tasya. Hubungan dosen dan mahasiswi tersebut sudah berjalan satu tahun terakhir. Dosen yang terkenal introvert ini ternyata bisa jatuh hati pada seorang wanita cantik yang ceria namun manja.

Ting tong...

Suara bel apartemen berbunyi, Tasya tau pasti yang berada di luar adalah kekasihnya. Ia berlari kecil keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu dan masih mengenakan lingerie berwarna broken white yang sangat tipis.

“Pak dosenku sayangggg...” Pekik Tasya.

Wanita itu berjingkrak kegirangan sembari memeluk Kevin, persis seperti anak kecil. Sedangkan lelaki itu hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya.

“Ehh... Kok gak ganti baju sih sayang?” Tanya Kevin menatap bola mata Tasya, kemudian tersenyum tipis. Tangannya mengusap lembut pucuk kepala wanita itu.

“Mager, gini aja...” Jawab Tasya dengan senyum manja. Dan kedua tangannya memeluk erat Kevin seakan tak mau lepas.

“Kenapa sih ini pagi-pagi manja banget?” Tanya Kevin lagi, jarinya menyelipkan beberapa helai rambut ke belakang telinga Tasya.

“Jadi terpaksa cancel kelas kan...” Lanjut Kevin.

Tasya malah nyengir tanda ia berhasil membuat Kevin mengikuti kemauannya. Yang dilakukan Tasya benar-benar sangat manja, kedua kakinya berjinjit diatas masing-masing kaki Kevin sambil memeluk lelaki itu dari depan. Lalu kedua tangan Kevin melingkar di pinggang Tasya dan berjalan pelan kearah sofa. Baru beberapa langkah, tiba-tiba tangannya berpindah mengalung di leher Kevin dan dua kakinya melingkar ke pinggul lelaki itu. Dengan sigap Kevin menggendong nya dan membawa duduk di sofa. Kini Tasya berada di pangkuan Kevin dengan posisi yang saling berhadapan.

“Sayang...” Ucap Tasya manja dengan menggesekkan bagian bawahnya kearah milik Kevin.

“Hm?” Kevin membelalak kan matanya dengan senyum yang sulit di artikan.

“Mau peluk? Ini udah di peluk loh sayang...” Kevin berusaha mendekap lebih erat tubuh kekasihnya.

“Mau di elus...” Pinta Tasya.

“Kaya gini?” Kevin lalu mengusap-usap punggung Tasya dengan lembut.

“Bukan yang ituuu....” Gerutu Tasya, sembari memanyunkan bibirnya.

“Lah??” Tanya Kevin memancing, ia pura-pura tidak paham dengan keinginan kekasihnya.

“Yang ini....” Ujarnya, lalu Tasya memegang tangan Kevin dan mengarahkan ke area intimnya sendiri yang berbalut sehelai g-string.

“Ini minta di apain?” Tanya Kevin dengan menggesek dan memaju mundurkan jarinya ke bibir vagina milik Tasya juga menyentuh klitoris nya.

“Ssshh... Ahh... Terus sayang...”

Kevin menuruti apa yang di ucapkan wanita itu. Seperti biasa, jika menjelang siklus bulanannya Tasya akan lebih manja dan lebih cepat horny. Sedikit sentuhan jari Kevin membuat libidonya naik.

“Baru di sentuh bentar kok udah basah sih sayang... Horny banget ya?” Tanya lelaki itu sembari terus menggodanya. Jarinya masih sibuk di bawah sana, menggesek dan memainkan milik Tasya. Wanita itu tidak menjawab hanya memanyunkan bibir nya. Kevin terkekeh, kemudian detik berikutnya ia mendaratkan ciuman ke bibir wanita itu.

Ciuman yang begitu lembut dan dan sedikit menuntut itu perlahan berubah menjadi lumatan yang di penuhi dengan nafsu. Tangan Kevin tak tinggal diam, melepas dan menurunkan lingerie yang di kenakan kekasihnya hingga menampilkan dua gundukan payudara yang padat dan kenyal.

Kevin menyudahi ciuman yang membangkitkan birahinya, kemudian berikutnya, bibir yang bergerak ke leher serta belakang telinga Tasya. Mengecup juga memainkan dengan lidah serta sesekali menyesapnya membuat gadis itu merasa benar-benar terangsang. Ia mendongakkan kepalanya tanda menikmati setiap kecupan mesra seorang Kevin.

Kecupan yang awalnya hanya di bagian atas saja, perlahan turun ke bawah hingga sampai pada dua payudara Tasya yang sintal. Putingnya terlihat sudah menegang, kemudian bibir Kevin meraup dalam-dalam putingnya. Menghisap seperti bayi yang kelaparan, ia memainkan puting kekasihnya lalu memutarnya dengan lidah membuat tubuh Tasya menggeliat karena permainan Kevin membuat dirinya seakan terbang.

“Ahh....” Tasya melenguh pelan.

Kevin masih sibuk dengan mainan yang ada di hadapannya. Bibir juga tangannya cukup lihai memainkan dua payudara milik Tasya. Tangan kanannya meremas dengan lembut juga memutar serta memilin puting kekasihnya yang sudah menegang sedari tadi.

“Ngghhh... Ahh...” Desahan wanita itu tiba-tiba lolos begitu saja. Tasya sangat menikmati foreplay yang di berikan kevin. Setelah puas memainkan payudara Tasya kini jemari Kevin menjelajahi bagian bawah milik wanita itu. Ia gesek bibir vagina milik Tasya menggunakan jemarinya juga menyentuh klitorisnya dan memutar dengan ibu jarinya membuat Tasya melengkungkan tubuhnya juga membusungkan dada tepat di depan wajah Kevin.

Lelaki yang di sodori dua gundukan payudara itu tak membuang kesempatan, ia kulum puting kekasihnya juga sesekali menghisap nya dengan kencang. Detik berikutnya tanpa ada aba-aba Kevin melesatkan dua jarinya ke lubang milik Tasya hingga membuat gadis itu kaget dan mengerang.

“Aahhhh.... Sayang....”

“Hm? Kamu suka kan?” “Pelan aja ya?” Tawar Kevin.

“No! Kencengin!”

Lelaki itu tersenyum tipis lalu menuruti apa yang di ucapkan kekasihnya. Ia memperdalam jarinya juga mempercepat tempo kocokan pada liang kenikmatan milik Tasya. Wanita itu tampak menikmati permainan jemari Kevin hingga mendesah berkali-kali.

“Aahhh.... Sayang terus!”

“Sssshhh..... Ahh.. Ma..u keluarrr yanggg...”

Mendengarnya Kevin kemudian mengocok liang milik Tasya dengan tempo yang cepat, hingga wanita itu mencapai pelepasannya yang pertama hanya dengan menggunakan jari Kevin. Cairan dari lubang vagina Tasya keluar dan membasahi jemari lelaki itu.

“Udah lega sayang?” Tanya Kevin dengan mengeluarkan dua jarinya yang sangat basah akibat pelepasan kekasihnya lalu tanpa ada rasa jijik, Kevin menjilati dan menyesap cairan itu.

“Jijik tau sayang...” Tasya memegang tangan Kevin. Lelaki itu hanya tersenyum dan terus menjilati jarinya hingga cairan yang menempel itu habis tak tersisa.

“Lanjut?” Tanya Kevin.

Tasya tersenyum dan mengangguk kepala tanda setuju lalu menanggalkan lingerie yang di kenakan juga g-string dan membuangnya ke lantai. Tasya berdiri diatas sofa dengan melebarkan dua kakinya menghadap ke arah Kevin yang masih duduk dan sedang sibuk melepas semua pakaian yang di kenakannya. Hingga dua sejoli itu tampil naked. Terlihat jelas batang penis besar dan berotot milik Kevin sudah mengacung tanda siap untuk menggempur milik Tasya.

“Sini...” Ucap Kevin pada Tasya sambil menepuk pahanya. Namun Tasya yang sudah tidak sabar setelah melihat penis kekasihnya, tanpa ada tawar menawar ia memegang penis itu dan mengarahkan ke lubang vaginanya sendiri yang sudah basah. Wanita itu menggerakkan pinggulnya juga menekan penis Kevin ke bawah agar masuk dengan sempurna.

“Egghhhh....” Kevin mengerang, merasakan nikmatnya lubang milik kekasihnya yang terasa sempit. Tanpa di perintah, dengan lihai Tasya menggerakkan pinggulnya juga memaju mundurkan dengan tempo yang sedang. Dua tangan Kevin memegang bokong kekasihnya lalu menggerakkan seirama dengan tempo yang di ciptakan oleh Tasya.

“Ahhh... Enak banget sayang....” Tasya merancau tanpa sadar karena penis yang terasa sesak dan penuh itu terasa menyentuh titik g-spot miliknya membuat Tasya lebih cepat hendak mencapai klimaksnya. Tangan wanita itu melingkar di leher Kevin dan ia mendongakkan kepalanya karena nikmat di bawah sana. Payudara yang menyembul sempurna tepat di hadapan wajah Kevin, membuat lelaki itu semakin beringas. Ia menyesap juga memainkan putingnya dengan lidah. Tasya benar-benar dibuatnya melayang hingga langit ketujuh.

“Aahh... Sayaangghh... Mau cumhh...”

Belum selesai kalimat yang keluar dari bibir Tasya, lelaki itu sudah paham bahwa kekasihnya hendak mencapai pelepasannya lagi. Ia cengkeram pinggul kekasihnya lalu ia gerakkan lebih cepat, penis Kevin terasa membesar dan penuh sesak serta vagina Tasya yang mulai berkedut tanda keduanya hendak mencapai titik orgasm-nya.

“Egghhh... Aku juga mau keluar sayang... Bareng ya...”

“Aaahhh... *Fasterrr pleasehh...” Pinta Tasya di tengah penetrasinya.

Dua sejoli itu sama-sama mempercepat tempo gerakan, desahan semakin keras dan menggema ke seluruh ruangan. Kevin terus menghentakkan pinggulnya hingga batang penis itu menumbuk titik g-spot dan mereka mencapai klimaks bersamaan. Cairan sperma juga cairan milik Tasya bercampur di bawah sana memenuhi lubang vaginanya. Tubuh wanita itu ambruk ke pelukan Kevin tanpa melepas pertautan di bawah sana. Lelaki itu mengusap dengan lembut kepala juga punggung kekasihnya.

“Udah enakan? Lega?” Tanya Kevin dengan berbisik di telinga kekasihnya dan di jawab dengan anggukan kepala saja.

“Thank you... Dosen kesayangan aku...” Ucap Tasya sembari tersenyum puas. Kevin membalas dengan mengecup singkat bibir wanita masih berada di pangkuannya itu.

“Sayang mandi yuk?” Pinta Kevin.

Tasya mengangguk dan merentangkan kedua tangannya memberi kode pada lelaki itu agar menggendongnya. Kevin menuruti apapun permintaan Tasya.

Baginya, Tasya adalah gadis kecil yang lucu dan manja.