Tattoo

Setelah mendapat persetujuan dari kekasihnya, Nico bergegas kerumah Adel, menjemput kemudian mengajaknya singgah di apartemen nya.

“Del, bawa baju kerja sekalian, tidurnya di apart ya?” Ujar Nico yang kini sedang tiduran diatas ranjang kamar Adel. Wanita itu menganggukkan kepala tanda setuju kemudian membawa satu stel baju kerja, ia masukan ke dalam totebag lalu mengemasi make up, juga laptop sebagai alat tempurnya saat bekerja.

“Baju tidur?” Tanya adel.

“Gak usah, pakai baju gue aja.” Tutur Nico. Adel mengangguk lagi, ia mengambil handbag-nya dan menyodorkan totebag nya kearah Nico. Lelaki itu paham lalu mengambil alih totebag bag milik Adel. Dua sejoli itu kemudian pergi ke apartemen Nico.

Sesampainya di apartemen Nico, lelaki itu bergegas menaruh totebag di kamarnya. Sedangkan Adel sibuk berada di dapur.

“Lo ngapain yang?” Tanya Nico berjalan kemudian berdiri di belakang Adel.

“Bikin kopi” Jawab Adel singkat.

Mata Nico cukup tergoda dengan tubuh Adel yang saat itu, Adel menggunakan hotpants yang hanya menutupi pantatnya saja. Sedangkan atasannya ia menggunakan tanktop. Saat wanita itu berjinjit mengambil kopi di rak kitchen set yang berada diatas, lekuk tubuh Adel terlihat sangat menggoda birahi Nico. Lelaki itu kemudian menghampiri Adel yang tengah mengaduk kopi dan menggodanys dengan menggesek area intimnya menggunakan jari tengah.

“Enghhh...” Adel kaget dan melenguh pelan.

“Nico, awas ini kopinya panas. Jangan ganggu ahh.”

Nico hanya tersenyum smrink dan terus menggoda wanita itu. Ia malah mengungkung tubuh kekasihnya dengan kedua tangan hingga Adel tak bisa bergerak kemanapun. Lelaki itu lalu menciumi tengkuk, leher juga telinga Adel hingga wanita itu merasa geli dan bergidik merinding. Sesungguhnya Adel merasa sedikit kesal karena ia ingin menikmati kopinya tetapi terus di ganggu oleh Nico. Detik berikutnya wanita itu membalikkan tubuhnya kemudian mereka saling berhadapan.

“Katanya lo mau liat kupu-kupu babe? tanya Nico dengan nada menggoda dan memainkan lidahnya. Adel tersipu mendengar ucapan Nico dan menahan tawanya. Wanita itu tau pasti maksud perkataan kekasihnya.

“Mmm... Kupu-kupu yang ini, apa yang ini?” Kata Adel iseng sembari memegang bagian perut Nico yang bertattoo lalu beralih ke penis kekasihnya yang sudah mulai ereksi. Nico merespon cepat kelakuan Adel yang tengah menggodanya. Lelaki itu mengangkat tubuh kekasihnya keatas meja, lalu melucuti tanktop serta bra yang di kenakan Adel .

“Nic, lo tanpa basa basi banget sih...”

“Salah siapa godain mulu.–” Ucap Nico sambil melepas “hotpants* Adel hingga tersisa G-string-nya saja.

“Hmmm.. Ini juga sengaja kan pake G-string?” Ucap Nico nakal dengan meremas area intim Adel.

“Eghhh...” Lenguhan tak sengaja keluar dari bibir Adel karena ulah jail kekasihnya. Nico lalu mendorong tengkuk Adel, membawa ke dalam ciumannya dan melumat bibir ranum milik Adel penuh nafsu. Tangannya tak tinggal diam, meremas gundukan payudara kekasihnya. Ia terus meremas perlahan lalu memilin dan memutar puting Adel yang mulai menegang. Wanita itu mulai terangsang, ia menahan desahan dengan melumat bibir Nico.

Jemari Nico kemudian meraba perut kekasihnya lalu semakin turun, mengusap paha dan terus bergerilya hingga sampai menyentuh milik Adel yang dirasa sudah basah. Dua jarinya menggesek perlahan sebelum akhirnya melesat menembus lubang kenikmatan milik Adel.

“Ahh... Nic, pelan.”

Dua jemari Nico keluar masuk liang vagina kekasihnya dengan tempo sedang, memutar ibu jarinya memutar klitoris dengan kasar membuat Adel mendesah sangat kencang.

“Ngghhh... Ahh....”

Nico tau betul cara membuat kekasihnya menikmati semua permainannya. Kedua tangan Adel bertumpu pada meja saat liangnya di mainkan oleh Nico. Ia terus mendongakkan kepalanya menikmati jemarin Nico yang sangat lincah bermain di bawah sana.

“Ahhh... Nic, ahh... A aku...”

“Udah mau keluar yang?” Tanya Nico yang masih memainkan jarinya lalu bibirnya menciumi leher Adel. Wanita itu merasa ia hampir sampai pada pelepasannya, namun dengan iseng Nico malah mengeluarkan jarinya membuat Adel kesal.

“Nico!” Pekik Adel sambil menepuk pundak kekasihnya. Sedangkan lelaki itu hanya terkekeh melihat wanitanya tampak kesal. Nico lalu melepas semua pakaian yang ia kenakan, juga melepas G-string yang masih menempel disana. Dan keduanya kini dalam keadaan telanjang. Nico lalu menarik tubuh Adel agar merapat dengan tubuhnya. Kedua tangan wanita itu masih bertumpu pada meja makan dan kedua kakinya di naikkan keatas meja. Tanpa aba-aba, Nico melesatkan penis besarnya yang sudah tegang dan keras dalam satu kali hentakan.

“Ahh... Nic!”

Lelaki itu memaju mundurkan pinggulnya dengan tempo sedang. Lalu bibirnya sibuk menciumi leher sang kekasih hingga meninggalkan bekas ruam kemerahan.

“Ughh... Kenapa sih lo enak banget Del.. Sayang banget sama lo” Ucap Nico di sela permainan nya.

“Ahh... Tattoo lo bikin tambah sexy Nic...” Rancu Adel di tengah penetrasi. Lelaki itu terus menggoyangkan pinggulnya semakin lama semakin cepat, lalu bibirnya mulai menjamah dua gundukan payudara Adel. Ia menyesapnya seperti bayi yang sedang kelaparan. Memainkan putingnya dengan lidah, kemudian mutarnya dan sesekali menggigit puting Adel karena gemas.

“Ahh Nico jangan digigit!” Pekik Adel.

Ketika lelaki itu sibuk menggenjot dan terus menambah temponya, jari Nico bermain dengan klitoris milik wanita itu, ia putar dengan cepat membuat Adel mendesah kencang dan merasakan hendak mencapai klimaks.

“Ngghhh... Ahh... Nic, m-mau keluar...”

“Bareng ya sayang...”

Nico kemudian menambah tempo gerakannya, ia percepat karena Adel sudah tak bisa menahan pelepasannya. Ia hentakkan beberapa kali sampai menyentuh titik g-spot milik Adel dan keduanya mencapai klimaks bersamaan.

“Ahhh... Nic...”

“Ughhh...”

Mereka mendesah bersamaan saat mencapai klimaksnya. Cairan milik Adel juga Nico bercampur menjadi satu hingga lubangnya tak mampu menampung. Nico memeluk erat tubuh kekasihnya lalu mengusap lembut punggungnya. Tangannya menarik tissue yang berada di belakang Adel, mengambilnya beberapa lembar kemudian membantu membersihkan kepunyaan Adel.

“Sini gue bersihin, abis ini mandi bareng ya babe..”

“Mm..” Jawab Adel juga dengan anggukan kepala.

“Gendong Nic...” Ucap Adel manja.

“Belakang aja ya?” Tawar Nico lalu memberikan punggungnya pada kekasihnya. Wanita itu kemudian merangkul punggung Nico, tangannya melingkar di leher kekasihnya dan lelaki itu membawanya ke kamar mandi.

“Lo bikin tattoo kapan Nic? Sama siapa?” Tanya Adel sembari membenamkan wajahnya pada ceruk leher Nico.

“Sama Jovan, dua hari yang lalu.” Jelas Nico.

“Dasar! Gak bilang-bilang.” Ucap Adel sambil menepuk pundak lelaki itu.

“Lah dari pada lo tergila-gila sama Park jae on, mending gila nya sama gue Del..”

Mendengar jawaban Nico, wanita itu tertawa lepas tanpa beban. Keduanya kemudian berendam di dalam bathup berisi air hangat guna melepaskan rasa lelah di sekujur tubuhnya.