Shower

Ting tong...

Denting bel rumah Sherin berbunyi nyaring, sedikit mengagetkan wanita yang sedang duduk bersantai di ruang tengah sembari menikmati satu cup ice cream strawberry berukuran sedang kesukaannya. Sherin kemudian beranjak dari duduknya dan berlari kecil, membukakan pintu untuk sang kekasih. Senyum Noah merekah ketika melihat Sherin hanya mengenakan bralette dan celana pendek atas lutut dengan warna senada.

“Yanggg.. Kok gak pakai baju, sengaja ya?” Ucap Noah dengan deep voice-nya seraya berbisik di telinga sang kekasih.

“Gerah tau...” — “Aku lagi makan ice cream di ruang tengah.” Lanjut Sherin.

“Mau ice cream, suapin..–” Ujarnya, manja kepada Sherin.

Sherin menggandeng tangan Noah dan mengajaknya duduk bersantai di ruang tengah. Wanita itu sengaja tidak memberi tau bahwa ice cream yang ia makan sejak tadi adalah rasa strawberry, varian rasa yang amat di benci oleh Noah.

“Nih, mau?” Sherin menyodorkan ice cream ke hadapan kekasihnya.

“Hih! Sher! Wleekk...” — “Jijik gak suka strawberry.” Lanjut Noah.

“Enak tauu...” Sherin terkekeh sembari menatap raut wajahnya sang kekasih yang tampak manis kala poni menutupi keningnya, tampak menggemaskan. Pikiran nakal Noah muncul seketika, lelaki itu memang sedari tadi mencuri pandang ke arah dua gundukan payudara yang padat dan menyembul milik kekasihnya.

“Ayangg, aku mau ini, sama ini.–” Ucap Noah dengan menaikkan satu alisnya, sedangkan tangannya bergantian meremas payudara dan berpindah ke area vagina kekasihnya.

“Masih nge-ganjel kaya gini?” Lanjut Noah tersenyum miring sembari meremas area kewanitaan milik Sherin.

“Ya kan aku udah bilang, lagi dapet. Kamu aja yang napsu-an.” Gerutunya.

“Lagi dapet, malah makan ice cream.”

“Sengaja, biar darahnya berhenti bentar.” Ucap Sherin dengan menatap dua bola mata kekasihnya. Dan di balas dengan tatapan penuh intimidasi oleh Noah.

“Yangg.. Udahan makan ice creamnya, pengin ngewe sih....” Ujarnya. Lelaki itu sedikit memohon dengan tangan kanannya mengusap-usap payudara Sherin.

“Tunggu di kamar, aku mandi dulu.” Sherin beranjak dari duduknya dan berbalik badan. Noah lalu mengekor di belakang sambil meremas lagi bokong sintal milik gadisnya.

“Ihh, Noah.. Gak tahan banget sih..”

“Kontolku dari tadi udah berdiri tau yangg...” Ucap lelaki itu sembari mengusap kepunyaannya dari luar celana jeans-nya.

Wanita itu menoleh kearah Noah lalu menggelengkan kepalanya. Kekasihnya ini memang lebih suka terang-terangan jika mengungkapkan sesuatu yang di inginkan nya terlebih tentang seks. Dua sejoli itu menaiki tangga ke lantai dua lalu masuk ke kamar Sherin yang di dominasi warna peach. Dinding kamar mandi di dalam terbuat dari kaca model etched glass sehingga Sherin yang tengah membersihkan tubuh nya di bawah pancuran shower itu terlihat jelas.

Noah yang merasa gerah dan penisnya sudah ereksi sedari tadi, sudah tidak kuat menahan nafsunya sendiri. Ia lalu menanggalkan semua pakaian yang melekat di tubuhnya, sampai benar-benar tampil naked. Ia berjalan kearah kamar mandi, sambil mengocok perlahan penisnya sendiri.

Sherin tak menyadari jika sang kekasih sudah berada di dalam kamar mandi beberapa saat lalu, pasalnya wanita itu tengah asik memejamkan mata dan menengadahkan kepalanya menikmati air yang mengalir.

Noah merapatkan badannya di belakang Sherin, hingga penisnya menyentuh sela bokong wanita itu. Sedangkan kedua tangannya menangkup payudara sintal milik Sherin, kemudian meremas-remas perlahan dan memainkan putingnya agar gadisnya cepat terangsang.

“Yangg...”

“Hm?”

“Kontolmu keras banget sih, jangan di gesekin gitu...” Ucap Sherin yang mulai terangsang, ia memejamkan kedua matanya sembari merasakan gesekan di bawah sana.

“Kenapa?” Tanya Noah berbisik di telinga kekasihnya.

“Ngghhh... Pengin cepet di masukin aja...” Desahan Sherin lepas begitu saja ketika merasakan penis Noah yang terus di gesekkan di selah bokongnya dan menyentuh klitoris nya.

“Baru di gesek udah desah, enak yang?” Ucap Noah yang terus menggoda gadisnya dengan terus menggesek lubang vagina milik Sherin.

“Egghh.... Noah, please...” Erang Sherin, sudah tak tahan dengan rangsangan yang di berikan sang kekasih. Noah menuntun dua tangan Sherin agar menumpu pada tembok dan mengarahkan tubuh gadisnya agar sedikit condong.

“Lebarin kakinya Sher,–”

Sherin menuruti apa yang di ucapkan Noah, melebarkan kakinya dan memposisikan tubuh menungging ala doggy style. Lelaki itu kemudian mengambil shower jet spray yang berada tak jauh dari tempat ia berdiri. Lalu menyemprot lubang vagina milik Sherin juga mengenai klitorisnya. Sontak gadis itu berteriak karena kaget dan nikmat yang bercampur di bawah sana.

“Aaahhh... Ngghh.. Noah!” Pekiknya.

“Enak yang?” Tanya Noah sambil menggoda kekasihnya.

“Ahhh... Brengsek Noah!” Wanita itu mendesah juga mengumpat karena ulah kekasihnya. Lelaki itu lalu menyudahi aksi menghujam lubang kekasihnya menggunakan air, dan dengan secepat mungkin memasukkan dua jarinya ke lubang surgawi milik Sherin.

“Aahhh... I like it, Noah! Fasterr please ngghh...” Rancu Sherin, merasakan jemari kekasihnya yang mengocok lubangnya dengan tempo yang cepat hingga membuatnya hampir mencapai klimaks.

“Ahhh... Babe, mau keluar.”

“Wait yangg... Keluarnya pake kontolku aja ya?” Tawar Noah dengan melepas dua jarinya yang menancap dalam lubang milkk Sherin.

“Ihh Noaahhh, udah mau keluar padahal...” Rengek Sherin ketika hendak sampai tetapi malah kekasihnya itu seperti menggodanya.

“Keluar ya bareng Sher, ini lobang minta di kontolin ya? Seret amat..” — “Doggy ya sayang...” Lanjut Noah.

“Buru ih!” Sherin sudah tak sabar dengan permainan panasnya dengan Noah, doggy style adalah posisi favorit Sherin. Karena ia tak akan di buat kelelahan pada saat penetrasi dan bisa mempercepat orgasme. Noah melesatkan penisnya yang sudah tegang dan keras ke dalam lubang vagina milik kekasihnya dengan sekali hentakan.

“Egghhhh.....” Lenguh Sherin.

Lelaki itu menggoyangkan pinggulnya dengan tempo yang sedikit cepat, penis yang terasa penuh dan sesak itu tertanam di dalam lubang kenikmatan milik kekasihnya. Tangan kiri Noah memegangi pinggul Sherin, menyamakan tempo gerakan nya. Sedangkan tangan kanan nya bermain dengan klitorisnya, jari lelaki itu memutar klitoris milik Sherin dengan cepat dan kasar sehingga membuat wanita itu mendesah dan mengerang keenakan.

“Aahhh... Shit! Noah, faster please! Aahhh...”

Sherin terus mendesah tak karuan, tubuhnya seakan di bawa melayang oleh kenikmatan yang di ciptakan Noah.

“Ugghh... Enak banget Sher, ini lubang sempit enak.–” Rancu Noah.

“Aahh.. Aaku mau keluarr... Ngghh... Tusuk disitu yangg...”

“Barengan sayang...” Noah lalu menggenjot lubang kenikmatan milik kekasihnya dengan tempo yang makin cepat, ia hentakan berkali-kali hingga menyentuh g-spot milik Sherin dan dua sejoli ini mengerang dan mencapainya klimaks bersamaan. Spermanya melebur bercampur dengan cairan milik Sherin. Lelaki itu memeluk tubuh kekasihnya dari belakang, sedangkan penisnya masih tertanam di bawah sana. Sherin kemudian menarik tuas shower agar airnya mengalir lebih deras membasahi keduanya.

“Mandi lagi ya yangg...” Ucap Noah.

“Ehh, udahan dong..” Ujarnya, sembari memukul kecil dada bidang kekasihnya.

“Apanya? Kan emang udah. Lo mau lagi?” Ucap Noah menggoda Sherin yang tengah mengatur nafasnya.

“Itu kontolnya lepasin dulu sayang...” Gerutu Sherin, wajahnya gemas.

“Ohh iya...” Ucap Noah lalu melepaskan penisnya dari lubang milik Sherin. Dua sejoli ini saling membersihkan diri, dan sesekali Noah mengecup bibir, pipi serta leher kekasihnya. Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar Sherin.

Tok tok tok...

“Sherin, kamu di dalam nak? Itu yang parkir mobil di depan gerbang siapa ya?” — “Mobil papa gak bisa masuk.”

“SHIT!!”

Jantung Sherin serasa mau copot. Mendengar suara papa nya yang berada di balik pintu kamar.