Fingering & Relax.
Ketika hampir memasuki siklus menstruasi rata-rata wanita mengalami mood swing. Perubahan suasana hati menjadi tidak stabil, cepat marah bahkan tiba-tiba menangis tanpa sebab. Nathalie pun juga mengalami hal yang sama, bahkan dengan mudah tersulut emosinya. Sebelumnya pun sudah membuat pertengkaran kecil dengan Jeremy. Dan lelaki itu sempat terpancing emosinya. Jika sudah seperti ini biasanya Jeremy akan bersikap lebih memanjakan Nathalie. Memeluknya sampai tertidur, mengusap pinggang yang mulai terasa nyeri, bahkan jika kekasihnya merasa heat Jeremy akan membuatnya relax dengan sentuhan jemarinya.
Jeremy mengangkat tangan kirinya dan menatap arloji yang menempel di tangan kirinya, waktu menunjukkan pukul 8 malam. Ia bergegas meninggalkan meja kerjanya, menenteng jas dan kunci mobil kemudian berjalan keluar gedung dan segera menemui Nathalie yang sudah menunggunya.
Ketika sampai di depan unit apartemen Nathalie, lelaki itu menekan pin smartlock yang menempel pada pintu. Membukanya perlahan kemudian langkah kakinya mengarahkan pada kamar kekasihnya. Sudah bisa di pastikan Nathalie berada di kamarnya.
“Sayang....”
Jeremy memanggil Nathalie dan disambut dengan jawaban singkat tanpa menoleh sedikitpun kearah suara itu.
“Hmm....”
Nathalie sedang meringkuk diatas sofa dengan tangan yang memeluk bantal serta matanya fokus pada serial drama yang ia tonton. Jeremy kemudian menghampirinya, mengelus punggung kekasihnya lalu meraih tubuh mungil itu dan memeluknya. Nathalie sangat menikmati hangatnya tubuh Jeremy serta aroma parfum yang khas tercium membuat libidonya naik ketika berada di pelukan Jeremy.
“Mana yang nyeri? Sini biar aku usap-usap.”
“Jadi ini yang memancing emosi dari tadi siang?” Lanjut Jeremy dengan nada bicara yang lembut dan sedikit berbisik ke telinga Nathalie hingga membuatnya merinding. Wanita itu lalu membenamkan kepalanya pada leher Jeremy dan membalas pelukannya seakan tak mau lepas. Jeremy merasakan detak jantung kekasihnya berdegup begitu kencang juga sikapnya yang terlihat gelisah.
“Sayang.. Jangan emosian ya, sekarang aku udah disini peluk kamu.” — “Mau relax gak? Hm?” Tawar Jeremy.
Nathalie hanya menatap dua bola mata Jeremy seakan meng-iya-kan tetapi dengan kode, tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Lalu di balas dengan senyuman oleh Jeremy.
Jeremy kemudian melepas hoodie yang di kenakan Nathalie. Wanita itu hanya mengenakan celana dalam saja, payudaranya di biarkan terbebas tanpa bra yang menutupi. Seperti sudah siap dengan permainan jari-jari kekasihnya. Jeremy mendekat dan mendaratkan tangan kanannya pada payudara Nathalie. Memutar perlahan, meremasnya dan merasakan payudaranya mengeras pertanda gadis itu sudah mulai terangsang.
Jeremy lalu mencium bibir wanita itu. Ciuman yang awalnya sangat lembut tiba-tiba Nathalie mengubahnya menjadi lumatan yang sedikit kasar. Jeremy tau pasti jika kekasihnya sudah mulai terangsang.
Tangan Jeremy masih meremas payudaranya dengan lembut, memainkan dan memilin putingnya yang terasa sudah menegang. Kemudian lelaki itu perlahan merebahkan tubuh kekasihnya di sofa. Bibirnya bergerilya menjamah setiap lekuk tubuh Nathalie. Sesekali menjilatinya, membuat wanita itu semakin gelisah . Payudara Nathalie yang sangat pas di genggaman itu sangat menggoda lelaki di hadapannya itu. Tanpa mengulur waktu, Jeremy menyesap payudara kekasihnya seperti bayi yang kelaparan. Tangan kanannya sibuk memilin payudara satunya.
“Ngghh...” Lenguh Nathalie.
Setelah puas memainkan payudara dengan bibirnya, Jeremy kemudian melepaskan celana dalam Nathalie dan menampilkan vagina Yang sudah basah. Perlahan jarinya ia gunakan untuk memutar klitorisnya dengan sedikit kasar membuat gadis itu mendesah karena nikmat.
“Aahhhh.... Sayang..”
“Kamu suka?” Tanya Jeremy dan hanya di balas dengan anggukan saja. Terlihat raut wajah Nathalie seakan memohon untuk secepat mungkin di buatnya relax. Tanpa aba-aba, dua jarinya melesatkan kedalam lubang kenikmatan milik Nathalie. Jarinya sangat terampil mengocok lubang vagina kekasihnya hingga membuat wanita itu melenguh kencang
“Aahhh... Jer.”
Jeremy terus mengocok lubang kenikmatan milik Nathalie dengan tempo yang sangat kencang dan kasar, tangan kirinya ia gunakan untuk memainkan puting Nathalie hingga membuatnya hendak mencapai klimaks.
“Jer.. Aahhh... A-aku mau keluar” Ujar Nathalie.
Mendengar hal itu Jeremy semakin mempercepat kocokan di bawah sana, lubang vagina milik Nathalie terasa sangat basah, tak lama tangan wanita itu meremas sisi pada sofa dan mendesah dengan sangat kencang ketika mencapai pada pelepasannya.
Cairan milik Nathalie terasa hangat membasahi jari-jari kekasihnya. Jeremy lalu mengeluarkan jarinya dari lubang vagina Nathalie. Detik kemudian, Jeremy merenggangkan kedua kaki Nathalie, tanpa berpikir panjang, lelaki itu menyesap dan menjilati lubang surgawi milik kekasihnya. Sesekali memainkan klitoris dengan lidahnya. Nathalie terus mengerang dan mendesah akibat permainan yang di ciptakan Jeremy di bawah sana terlalu nikmat. Setelah semua cairan ia bersihkan menggunakan bibirnya, lalu Jeremy mencium singkat bibir dan kening Nathalie.
“Udah enakan sayang? Lebih relax kan?” Tanya lelaki itu sembari mengusap pucuk kepala Nathalie. Pertanyaan yang keluar dari bibir Jeremy membuat wanita itu tampak tersipu malu dan hanya menjawab dengan anggukan kepala juga senyuman yang merekah di wajah Nathalie.
“Sini aku gendong, bersih2 dulu ya sayang..”
Nathalie kemudian merangkul tubuh Jeremy, dan kekasihnya itu menggendong tubuh Nathalie ala bridal style menuju kamar mandi. Tak ada yang menyadari malam itu sesungguhnya ada seseorang yang sedang mengawasi Nathalie. Terlebih ia lupa tak menutup gordyn sehingga kegiatan berdosa itu terlihat dari luar.