All In

Setelah menyelesaikan pekerjaan di kantor, Nico pun segera pulang menuju rumah Adel. Kekasihnya itu tinggal sendirian di sebuah komplek perumahan yang cukup mewah, ia memang tidak tinggal satu kota dengan orang tuanya sehingga Nico sangat bebas keluar masuk rumah Adel kapanpun dia mau.

Memarkirkan mobilnya di garasi, kemudian memasuki rumah tanpa harus menekan bel karena Nico sudah hafal dengan pin smartlock door di rumah Adel.

Malam itu lantai bawah tepatnya ruang tamu, dan ruang santai tampak gelap. Hanya dapur dan ruang makan saja yang di terangi lampu, lelaki itu berjalan menuju dapur lalu mengambil satu kaleng beer di dalam kulkas dan membawanya ke kamar atas milik kekasihnya.

“Yangg...” Panggil Nico sambil membuka pintu kamar milik Adel namun si empu nya tak menyahut. Nico memandang kesegala arah dan ternyata kekasihnya sedang mandi, air shower yang mengucur deras membuat Adel tak mendengar apapun sejak kedatangan Nico.

Lelaki itu kemudian merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan mengecilkan temperatur AC lalu menyamankan posisinya sambil memejamkan matanya.


“Ouw... Anjir gue lupa gak bawa handuk” Gumam Adel.

Ia lalu keluar dari kamar mandi dengan keadaan tubuh masih basah dan telanjang. Wanita itu mencium aroma wangi parfum milik kekasihnya yang ternyata sedang meringkuk diatas tempat tidur membelakangi posisi Adel saat ini. Pikiran nakal Adel tiba-tiba saja muncul karena memang ia sudah sangat rindu dengan belaian Nico yang tidak didapatkan karena berhari-hari sibuk dengan pekerjaannya.

Adel melepas kuncir lalu menggerai rambutnya dan di buatnya sedikit acak-acakan, ia bermaksud membuat dirinya tampak sexy di depan Nico karena lelaki itu sangat suka jika melihat Adel telanjang dengan rambut yang berantakan. Pelan-pelan wanita itu naik keatas tempat tidur, dan mendapati Nico tertidur beberapa saat karena menunggu Adel mandi.

Adel mulai menggoda Nico dengan menciumi pipi, lalu berpindah ke telinga juga menjilatnya dengan nafsu. Lelaki itu-pun terbangun dan mengerjapkan mata setelah merasakan lidah kekasihnya yang tengah menggoda. Nico membalikkan badannya dan tersenyum smrink melihat Adel yang sudah telanjang dengan rambut yang berantakan.

“Eghh... Yangg... Udah berdiri nih...”

“Mana? Ini?” Ucap wanita itu sembari mengelus penis Nico yang sudah mengeras dan terasa sesak di balik celana kerjanya.

“Adel kenapa masih basah? Handuk lo mana?” Tanya Nico sembari tangannya mengusap dan memutar klitoris kekasihnya.

“Ouwhh fuck!“

“Enak sayang? Kya gini?” Tawar Nico sambil memasukkan dua jari ke dalam lubang vagina milik Adel juga memainkan klitorisnya, membuat wanita itu mengerang dan meremas lengan Nico.

“Aaghhhh... Nicooo.. I like it.”

“Gue cepetin mau?”

“Hm... Faster please...”

Jemari Nico dengan lincah mengocok liang vagina kekasihnya dengan tempo yang cepat, membuat tubuh Adel terasa bergetar. Wanita itu semakin melebarkan kedua kakinya yang menumpu tubuhnya dengan posisi berada diatas Nico, satu tangannya meremas pundak Nico dan tangan kirinya mencengkeram pahanya sendiri. Adel merasakan dua jari Nico yang bermain di bawah sana akan membawanya pada pelepasan yang pertama.

“Nic... Aku...mau keluar...”

Adel merasakan dua jari terus bergerak dengan cepat dan ibu jarinya terus memainkan klitoris milik Adel hingga membuatnya lebih cepat mencapai orgasm-nya.

“Aghhh.... Nic... Enak banget...”

“Bentar doang keluar” Goda Nico sembari mendorong tengkuk Adel lalu mencium bibirnya singkat.

“Bawel!! Ya gue udah sange duluan!”

“Iyaaa.. Gak usah ngegas..”

“Sini naik biar tambah enak...” Lanjut Nico dengan memegangi pinggul Adel dan mengarahkan tepat diatas kepalanya. Wanita itu pun berjongkok diatas wajah Nico, dua tangannya berpegangan pada headboard.

Nico menjilat juga melumat bibir vagina Adel yang masih basah, lidahnya juga memainkan klitorisnya dan menusuk ke dalam lubang milik Adel.

“Mmm... Huhh... Mmm....”

Decapan bibir Nico yang memainkan liang vagina milik Adel semakin keras terdengar membuat wanita itu kembali terangsang.

“Oughhh... Ssshh... Aahhh...”

“Nicoo please hhh...” — “Stopphhh....”

Adel meminta berhenti pada aktivitas tersebut karena ia tak kuat dengan permainan lidah kekasihnya. Nico pun menyelesaikan aktivitas yang cukup menjijikkan tetapi nikmat, dua tangannya lalu menopang tubuh Adel yang lemas akibat permainannya.

Adel lalu mensejajarkan tubuhnya diatas Nico yang masih berbaring, wanita itu dengan beringas melucuti semua pakaian kantor yang Nico kenakan juga bagian bawah hingga lelaki itu benar-benar telanjang. Wanita itu kemudian meraih batang milik Nico yang keras dan memainkannya perlahan. Mengocoknya dengan tempo yang sedang hingga membuat lelaki itu melenguh merasakan nikmat yang kini di ciptakan oleh kekasihnya.

“Aagghhh... Enak Del...” — “Ouwhhh.. “

Tanpa di minta tiba-tiba Adel memasukkan penis yang panjang sudah mengeras itu kedalam mulutnya, memaju mundurkan dengan tempo yang sedang. Nico dibuatnya melayang karena oral sex yang di ciptakan oleh Adel benar-benar sangat nikmat.

“Agghhh... Del... Ouwhh... Hhh...”

“Terusshhh.... Sayangghhh....”

Nico terus merancu sembari meremas rambut kekasihnya yang sudah berantakan juga memaju mundurkan kepada Adel guna mencari kenikmatan lebih.

“Del... Udahhh...”

Adel mengeluarkan penis dari mulutnya lalu tersenyum nyengir.

“Lemah lo Nic, haha...”

“Gak gitu sayang... Bibir lo enak banget sih...”

Adel tersenyum menggoda lalu ia merangkak keatas tubuh Nico, berjongkok dan mengusap penis kekasihnya beberapa kali sebelum akhirnya ia memasukkan batang penis itu hingga penuh ke dalam lubang vaginanya sendiri.

“Aahh... Nic, makin besar aja.. “

Wanita itu menggoyangkan pinggulnya dengan tempo sedang, lalu dua tangan Nico tak membiarkan dua gundukan payudara indah milik Adel kosong. Dua tangan tersebut ia gunakan untuk meremas payudara juga memilin puting milik kekasihnya yang sudah menegang. Lalu Nico pun meraup payudara satunya dengan bibirnya, ia mengulum, serta memainkan puting menggunakan lidahnya.

“Ahhh....” Adel kembali mendesah kenikmatan. Salah satu posisi favorit wanita itu adalah wot karena selain bisa membuatnya cepat mencapai klimaks juga ia merasa menang karena bisa memimpin permainan.

“Ouwhh... Ahhh....” Di susul Nico yang juga melenguh karena lubang vagina kekasihnya yang sempit juga membuatnya candu, terasa sangat ketat hingga terus menyalurkan nikmat di bawah sana. Semakin lama, Adel menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya hingga wanita itu merasakan hendak mencapai klimaks untuk yang kedua kali. Nico menyadari bahwa setiap Adel mempercepat tempo pada saat dia posisi diatas sudah pasti wanita itu hendak menjemput pelepasannya.

“Aahhh... Nic mau cum aahhh...”

Nico mendengar hal itu kemudian memegangi pinggul Adel, membantu menggoyang juga memaju mundurkan pinggul kekasihnya.

“Aahh... fuck! Nic...gak kuathhh...”

“Bareng yok yangghhhh”

Adel mendongakkan kepalanya kearah atas sambil memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang di ciptakan penyatuan keduanya. Kini lelaki itu mempercepat gerakannya, ia membantu menaik turunkan pinggul Adel dalam hentakan ke tiga keduanya sama-sama mencapai klimaks.

“Aahhhh....”

“Ouwgghhh.....”

Dua sejoli ini mendesah kenikmatan secara bersamaan. Tubuh wanita itu menggelinjang hebat hingga dua kakinya terasa lemas. Cairan milik Adel juga Nico pun bercampur hingga terasa sesak dan penuh, sampai mengalir di sela dua pahanya.

“Hahhhh...”

“Nic, lo the best deh... Love you Nico...” Ucap Adel sambil merebahkan tubuhnya diatas tubuh Nico lalu memeluknya.

“Love you too, sayang...” Jawab Nico sambil mengusap-usap pucuk rambut Adel juga mengecupnya singkat.